Tasbih Giok Al-Hikmah  

 

Kutemukan Cinta yang Hakiki

 

Tidak semua orang membenci pasangannya ketika sadar ia telah diselingkuhi. Ada yang justru semakin cinta dan rela menjadi selingkuhan hanya demi sebuah kata, yakni cinta. Ya, cinta memang merupakan kata ajaib yang mampu membutakan siapapun yang sudah terjebak dalam jeratannya.

Saya pertama kali bertemu dengan dia di awal tahun 2010. Berawal dari pertemuan saya pada sebuah forum yang menjadikan kami bertukar nomor hp. Perasaan suka yang begitu kuat membuat saya tetap menjalani hubungan jarak jauh ini dengan mengandalkan komunikasi via hp. Tanpa ada kepastian resmi menjadi kekasih namun nyaman dijalani, kami menjalin hubungan erat layaknya kakak adik.

Hingga akhirnya setelah empat bulan menjalani kedekatan, saya melihat adanya status ‘berpacaran’ di salah satu situs jejaring sosial miliknya. Foto yang ditampilkannya pun cukup jelas membuat saya menelusuri siapa pacarnya itu. Usut punya usut ternyata hubungan mereka telah terjalin selama tiga tahun.

Mengetahui hal ini tentu saja ada rasa cemburu dan sakit hati yang menyelimuti saya. Namun saya tetap berusaha tenang dalam menyikapinya. Mengingat hubungan yang kami jalani hanyalah sebuah hubungan tanpa status, saya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa memaafkan dia tanpa syarat meskipun awalnya kenyataan ini begitu pedih bagi saya. Kata ‘maaf’, membuat kami tetap menjalin hubungan sebagai teman namun tetap mesra.

Waktu terus berlalu hingga memasuki tahun 2011. Karakternya yang smart, easy-going, charming dan pintar bercerita membuat saya tidak bisa move on ataupun melirik pria lain. Status perselingkuhan inipun saya jalani tanpa beban. Justru dengan menjalani hubungan perselingkuhan ini saya merasakan sebuah sensasi tersendiri.

Menjadi kekasih gelap justru membuat saya mengetahui aktifitas detail tentang dirinya melebihi pacar aslinya, walaupun kadang timbul rasa cemburu kala mengetahui bahwa ia sedang bersama yang lain. Intensitas pertemuan yang kurang justru membuat saya semakin memupuk perasaan rindu padanya. Menjadi kekasih gelap membuat saya merasakan ada sebuah perasaan yang bergejolak yang membuat saya semakin sulit meninggalkannya.

Waktu terus berlalu tanpa adanya kepastian bahwa ia akan memilih saya daripada pacarnya sekarang. Jujur, saya sendiri tidak ada niatan untuk merusak hubungan mereka sampai putus. Saya lebih memilih tetap setia menjalani hubungan perseingkuhan ini dengan harapan hubungan mereka putus dengan sendirinya dan dia memilih saya sebagai penggantinya.

Secara tidak sengaja saya bertemu dengan jeng Riska. Sosok yang low profile sempat mengelabui saya bahwa sesungguhnya beliau adalah seorang konsultan spiritual yang handal. Mendengar curahan hati saya, beliau pun memberikan wejangan-wejangan yang penuh arti. Dari beliau juga saya mendapatkan Tasbih Giok Al-Hikmah.

Saya pun tekun mengamalkan Tasbih Giok Al-Hikmah ini berharap si dia akan segera mengambil langkah dan menjadikan saya satu-satunya. Mengetahui bahwa saya memiliki keinginan yang kuat untuk melewati hidup saya bersama pria yang salah membuat jeng Riska kembali menasihati saya. Berkali-kali beliau menerangkan hakikat cinta yang sebenarnya. Dengan sabarnya beliau menuntun saya untuk menyerahkan jodoh saya kepada Tuhan. Jelas ini sulit bagi saya. Saya yang sudah terlanjur cinta pada si dia membuat saya bisa menerima kenyataan jika masa depan saya adalah bersama si dia, namun saya tidak bisa menerima kenyataan jika yang terjadi adalah sebaliknya.

Dengan agak berat hati saya mencoba memberikan tenggang waktu kepada si dia untuk segera membuat keputusan yang pasti mengenai masa depan hubungan kami. Melihat saya yang semakin menuntut, membuat dia menjauh dengan segala kesibukannya.

November 2011, masih dalam arahan Jeng Riska, saya mengambil langkah besar dengan menerima pinangan seseorang yang baru saja dikenalkan oleh kakak angkat saya sebulan yang lalu. Saya menjalani prosesi pernikahan yang suci dalam keadaan penuh keraguan apakah dengan menikah saya bisa move on dari si dia. Apakah pernikahan ini bisa membuat saya bahagia pada akhirnya. Jujur, saya pesimis dengan pernikahan saya ini.

Syukur Alhamdulillah, pria yang menikahi saya sekarang ini bukanlah pria seperti yang sebelumnya. Saya yang sebelumnya ragu kini justru sangat sangat yakin akan masa depan yang bahagia dengan pria yang beru sebulan kukenal ini. Kini status saya resmi menjadi seorang istri yang sah, bukan lagi selingkuhan yang harus banyak mengalah. "Inilah cinta yang sebenarnya" gumamku saat melihatnya tertidur di sampingku.

 

Fadia, Kudus

 

Copyright © Tasbih Giok Al-Hikmah | Pemesanan 0812 1445 9888

Didukung Oleh : Jeng Riska