Tasbih Giok Al-Hikmah  

 

Kini, Aku Tak perlu Lari dari Kenyataan

 

“Ini salah papa..!” Teriaknya. Aku yang selama ini tidak pernah mendengar ucapan sekasar dan selantang itupun tersentak kaget. Jujur, sebagai orang tua aku merasa sakit hati atas pernyataan Rafa yang menimpakan kesalahannya kepadaku. Namun memang Rafa lah yang benar.

Aku banting tulang mencari segepok uang agar Rafa bisa menuntut ilmu setinggi-tingginya dan menjadi orang besar yang mampu membanggakan orangtuanya suatu hari nanti. Selama 13 tahun ini aku tidak pernah mencari pengganti ibunya supaya Rafa tidak merasa terabaikan. Aku mati-matian kerja lembur supaya kami bisa hidup berkecukupan.

Namun dari situlah pangkal permasalahannya. Semakin kerja keras, aku semakin mengabaikan Rafa. Semakin besar materi yang kuberikan pada Rafa tanpa adanya pantauan dariku, Aku telah memberikan celah bagi Rafa untuk meggunakannya sesuka hatinya. Aku sadar sepenuhnya bahwa selama ini aku memang tidak punya cukup waktu untuk Rafa, aku hanya menitipkan Rafa pada bibi.

Aku sadar betul selama ini kerja kerasku bukan untuk Rafa, melainkan untuk kenyamanan diriku sendiri. Dengan terus kerja, pikiranku tidak akan terbebani dengan kenyataan bahwa aku telah kehilangan seorang pendamping hidup sekaligus ibu bagi Rafa. Aku kerja hanya untuk lari dari kenyataan pahit di hadapanku. Semua ini kulakukan hanya untuk mencari kenyamananku sendiri.

Kuceritakan hal ini pada bibi. Dengan derai air mata bibi menceritakan bahwa bibi sudah tahu hal ini sejak pertama kali Rafa membawa bubuk putih itu ke dalam rumah. Namun, bibi tidak berani mengatakan kebenaran ini padaku karena adanya ancaman dari Rafa. Saat itu bibi menyarankanku agar lebih dekat dengan Tuhan.

Tak lama kemudian ada sebuah paket yang dikirim kepadaku atas nama Jeng Riska dari Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Saat kutanyakan pada bibi, ternyata ini adalah pesanan bibi untukku. Di dalamnya terdapat sebuah tasbih serta lembaran kertas putih berisi panduan cara penggunaannya. Aku yang saat itu memang sedang butuh Tuhan pun melakukan sebagaimana yang tertera dalam panduan yang disertakan di dalamnya.

Awal-awal menggunakan Tasbih Giok Al-Hikmah ini memang ada sedikit perubahan pada pola pikirku. Aku merasa tidak lagi terbebani kesedihan karena ditinggal orang yang paling kucintai. Aku bisa menerima kepergiannya dengan lapang. Kini aku tidak lagi kerja keras tanpa batas untuk menghilangkan kesedihanku. Aku memutuskan resign dari perusahaan dan mendirikan toko kain di ujung jalan supaya bisa meluangkan banyak waktu untuk memberikan perhatian yang selama ini Rafa butuhkan. Setelah melakukan proses rehab, kutemukan senyum Rafa selayaknya anak seumuran 13 tahun lainnya.

 

Terimakasih Tuhan telah membuat keluarga ini menemukan cahayanya kembali.

 

Danish Aniq, Bogor

 

Copyright © Tasbih Giok Al-Hikmah | Pemesanan 0812 1445 9888

Didukung Oleh : Jeng Riska